Jenis Kain untuk Gaun

Memilih Jenis Kain untuk Gaun

Memilih jenis kain untuk gaun merupakan langkah yang penting untuk menyiapkan gaun yang sempurna. Tidaklah berlebihan jika dibilang apa yang kita pakai mencerminkan diri kita. Dress pun tidak terkecuali untuk menjadi model pakaian yang sangat disukai perempuan.

Untuk menyesuaikan dress agar mencerminkan kepribadian kita dengan tepat, maka tidak sedikit wanita memilih untuk membuat gaunnya sendiri dibandingkan membeli gaun yang sudah jadi di pasaran.

Jenis kain pun menjadi faktor yang krusial dalam pembuatan gaun. Perbedaan tekstur ataupun berat mempunyai karakternya masing-masing. Kain apa saja yang dapat kamu gunakan untuk membuat gaun pesta? Simak artikel berikut!

Pilihan Jenis Kain untuk Gaun

Jenis Kain untuk Gaun
  • Kain Ceruti

Kain Ceruti merupakan turunan dari kain chiffon, maka teksturnya pun tidak jauh dari kain chiffon. Kain ini mempunyai tekstur yang tipis, elastis, dan sangat lembut.

Selain dibuat untuk menjadi gaun, kain ini pun kerap digunakan untuk menjadi bahan dasar busana Muslim.

Kain ceruti terasa halus saat diraba meskipun mempunyai tekstur yang mirip dengan kulit jeruk. Banyak pilihan warna yang bisa kamu pilih jika menggunakan kain jenis ini.

  • Kain Wool Peach

Kelebihan yang utama dari kain wool peach adalah kain ini tidak mudah kusut. Kain ini terbuat dari campuran antara katun, sutra, dan campuran serat sintetis. Kain woolpeach relatif lebih ringan, tipis, dan tidak tembus pandang.

Kain ini mempunyai ketebalan di bawah jersey. Jika kamu mencari kain yang tidak mudah kusut dan perawatan yang mudah, maka kain wolf peach bisa menjadi pilihanmu.

  • Kain Crepe

Kain Crepe merupakan bahan kain yang popular untuk membuat gaun. Hal tersebut dikarenakan kain ini bersifat lentur, fleksibel, dan tidak kaku.

Uniknya kain crepe mempunyai permukaan bertekstur seperti butiran-butiran kerikil. Kain ini mempunyai tekstur yang cenderung tebal, sehingga cocok sekali untuk kaum hawa yang mencari kain yang tidak menerawang.

  • Kain Maxmara

Banyak orang yang terkecoh menyebut kain maxmara sebagai kain satin, tetapi sebetulnya kedua jenis kain tersebut berbeda.

Kain ini mempunyai tekstur yang sangat lembut dan adem saat dipakai. Kain maxmara pun menyediakan corak corak yang cantik.

Kain maxmara terkesan lebih doff dan tidak seglossy kain satin. Selain tersedia dalam berbagai corak, kain maxmara juga tersedia dengan berbagai pilihan warna.

  • Kain Satin

Kain Satin adalah pilihan yang tepat untuk Anda yang merencanakan untuk membuat gaun yang mempunyai kesan mewah.

Kain ini mempunyai karakteristik mengkilat dan juga sangat halus. Satin memberikan kesan glamor dan sensual.

  • Kain Lace

Jika Anda tidak familiar dengan kain lace, mungkin Anda familiar dengan kain brokat. Keduanya memang mempunyai kemiripan, tetapi kedua kain ini berbeda. Dulunya, kain lace memang identik dengan gaya orang tua.

Jika digunakan dengan tepat, kain lace dapat memberikan kesan yang feminin dan elegan. Lace dapat digunakan untuk bahan kebaya maupun cocktail dress.

  • Kain Brokat

Kain Brokat merupakan kain yang kaya akan dekorasi, sehingga kain ini dapat sebagai pelengkap kain-kain dasar.

Kain ini menghadirkan pola yang rumit seperti bunga-bunga, tanaman, maupun unsur alami lainnya. Tekstur dari bahan ini cenderung kasar, sehingga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman jika tanpa didasari dengan kain yang berbahan nyaman.

  • Kain Sutra

Tidak diragukan lagi kain sutra merupakan kain yang mewah dan sangat cocok untuk dijadikan bahan untuk membuat gaun.

Selain keelokannya, kain sutra pun kerap dipilih karena bahannya yang sangat nyaman. Tetapi di sisi lain, kita harus sangat berhati-hati dalam perawatannya.

Terutama saat proses pencucian dan penyetrikaan. Binatu dapat menjadi pilihan untuk membantu gaun cantik berbahan sutra tetap apik.

Baca Juga: Jenis Kain Untuk Gamis

Tips dalam memilih kain

Komponen terpenting dari sebuah garmen adalah kainnya. Tidak peduli seberapa bagus jahitan pakaian itu – jika pakaian itu terbuat dari kain yang salah, itu tidak akan sesuai dengan desainnya dan akan terlihat seperti bencana.

Bersemangatlah untuk berbelanja kain! Persiapkan diri Anda secara mental, dan masuki toko dengan gambar desain Anda di benak (atau tangan) Anda, sadari warna yang Anda inginkan dan ide yang benar-benar spesifik tentang bagaimana Anda ingin tampilan pakaian akhir.

Mungkin mudah untuk kewalahan dengan banyaknya jumlah dan jenis kain yang tersedia di pajangan, tetapi jika Anda memulai ekspedisi kain dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, ini akan menyederhanakan waktu yang Anda habiskan untuk memilih kain:

  1. Pertimbangkan Berat Kain

Berat kain diukur dalam GSM (gram per meter persegi) dan menentukan seberapa berat atau ringannya kain. Jangan khawatir, Anda tidak perlu mengukur berat kain di toko. Mengukur berat kain adalah cara mengukur ketebalan bahan, dan membedakan antara kain ringan, berat sedang, atau berat.

Berikut adalah beberapa kain yang ditentukan oleh kategorinya (kategori ini dapat berubah tergantung pada cara perawatan kain; pewarnaan dan pencetakan dapat mempengaruhi berat kain).

  • Uji Peregangan Kain

Peregangan adalah seberapa banyak kain Anda meregang. Kain memiliki elastisitas yang berbeda (kemampuan serat tekstil untuk “memantul kembali” saat diregangkan).

Saat Anda memilih kain dengan peregangan, Anda harus yakin bahwa itu sesuai dengan pola Anda, karena itu dapat mengubah bagaimana produk akhir cocok dengan tubuh.

Untuk mengukur regangan kain, regangkan 5 inci kain di atas penggaris, pegang salah satu ujungnya pada tanda nol dan regangkan ujung lainnya sampai Anda merasakan hambatan lalu bagi jumlahnya dengan panjang asli kain.

Misalnya: jika kain Anda meregang hingga 7,5, itu meregang 2,5″ melewati panjang aslinya. Ini peregangan 50%.

Artikel di atas adalah artikel yang dapat membantu Anda untuk memilih jenis kain untuk gaun impian Anda.

Leave a Reply