Jenis Kain Batik

Mengenal 9 Jenis Kain Batik

Anda sebagai konsumen mungkin ada yang familiar atau sudah mengerti tetapi ada juga yang sama sekali belum mengerti mengenai jenis kain batik.

Sebagai konsumen, kita harus mengetahui dan paham mengenai kain apa yang sesuai dengan keinginan, kebutuhan, serta budget yang dimiliki. Jangan sampai salah memilih dan akhirnya menyesal.

Agar bisa mengetahui dan membedakan berbagai jenis kain yang biasa digunakan untuk membuat batik, ada baiknya untuk menyimak artikel ini mulai awal hingga akhir. yuk cari tahu!

Ini Dia Penjelasan 9 Jenis Kain Batik

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membatik salah satunya adalah pemilihan bahan kain. Pemilihan kain ini sangatlah berpengaruh besar terhadap produk batik yang akan dihasilkan.

Lantas bagaimana atau apa saja kain yang cocok untuk digunakan membatik? Berikut ini adalah penjelasannya, yaitu:

Kain Grey

Kain grey adalah kain mentah hasil dari proses produksi dan belum mengalami proses pemutihan sehingga warna akan tetap terjaga.

Kain grey yang dijadikan sebagai bahan pembuatan batik ini bisa dibedakan lagi menjadi beberapa jenis seperti blacu, kain tenun gedhog, dan kain tenun yang dibuat dengan menggunakan alat tenun bukan mesin.

Apapun metode pembuatan batiknya jika menggunakan kain grey ini maka hasilnya akan indah.

Kain Dobby

Jenis Kain Batik

Di kalangan para pengrajin batik, kain dobby sangatlah terkenal karena teksturnya ini. Meskipun kualitasnya tidak sebaik sutra tetapi batik yang menggunakan kain jenis ini banyak diminati oleh golongan orang menengah.

Biasanya kain dobby dibuat dari campuran bahan polyester dan katun, tetapi ada juga yang dibuat dari 100% katun mesres bakar bulu dan dobby yang terbuat dari benang sutra. Tingkat kualitasnya sendiri cukup bervariasi, ada yang kasar ada juga yang halus.

Kain Serat Nanas

Kain jenis serat nanas ini mempunyai tekstur yang cukup kasar mirip dengan kain dobby. Pemanfaatan dari serat nanas sebagai bahan dasar pembuatan kain sendiri konon katanya sudah dilakukan sejak lama bahkan sebelum kapas dijadikan sebagai kain katun. Di sisi lain, kain serat nanas ini juga seringkali dijadikan sebagai bahan untuk membatik.

Kain Paris

Kain Paris ini termasuk dalam jenis kain yang mempunyai tekstur lembut dan jatuh. Jika dilihat secara sekilas maka kain ini memang terlihat tipis tetapi jika dilihat dari segi kekuatan maka kain ini tergolong kain yang cukup bagus jika dibandingkan dengan jenis kain untuk membatik lainnya.

Baca Juga: Jenis Kain Untuk Dress yang Paling Populer Digunakan

Kain Mori

Kain mori adalah kain berwarna putih yang mempunyai ketebalan, kerapatan, dan kehalusan yang bagus serta sangatlah cocok untuk dijadikan sebagai bahan membatik.

Kain yang juga disebut sebagai cambric ini pada dasarnya masuk dalam jenis kain tenun benang kapas yang dibuat dengan menggunakan teknik anyaman polos dan kemudian diputihkan.

Sebagai bahan dasar pembuatan batik, kain mori ini bisa dibedakan menjadi berbagai tingkat menurut kualitasnya. Beberapa jenis tersebut adalah mori prima, mori primissima, mori voilissima, mori biru, mori berkolissima, dan mori shantung.

Kain Rayon

Kain rayon bisa digolongkan ke dalam jenis kain hasil regenerasi serat selulosa yang sifatnya mirip dengan kapas tetapi kekuatannya lebih rendah khususnya terhadap zat alkali.

Walaupun kualitasnya tidak sebagus kain katun, kain rayon ini tetap saja mempunyai keistimewaan tersendiri seperti mempunyai daya serat keringat yang tinggi, teksturnya halus sehingga lembut di kulit, mudah menyerap zat pewarna sehingga warna kain ini dominan cerah, mempunyai sifat menggantung yang baik, dan masih banyak lagi.

Kain Kaos Katun

Kain kaos katun ini masuk dalam jenis katun hasil rajutan yang biasanya digunakan membatik dalam produk berupa kaos oblong atau T-shirt.

Tidak jauh berbeda dengan teknik membatik yang dilakukan pada kain mori dan kain katun, bahan kaos katun ini juga bisa digunakan untuk teknik batik cap dan teknik batik tulis.

Kain Sutra

Kain jenis sutra ini merupakan kain yang masuk dalam golongan kain dengan sifat fleksibel, tekstur lembut, tidak mudah sobek, halus, dan nyaman jika terkena kulit. Bahkan kualitas dari kekuatan kain sutra ini bisa disamakan dengan kawat halus yang dibuat dengan menggunakan baja.

Dengan karakternya ini, kain sutra sangatlah cocok untuk digunakan membuat batik berkualitas tinggi serta mempunyai keistimewaan atau daya tarik tersendiri.

Batik yang menggunakan bahan kain sutra akan terlihat sangatlah ekslusif dan harganya lebih mahal dibandingkan dengan batik menggunakan kain mori atau katun.

Kain Polyester

Rekomendasi kain batik yang terakhir adalah kain polyester yang berasal dari keluarga kain serat sintetis. Bahan dasarnya inilah yang menjadikan kain polyster mempunyai sifat tahan terhadap reaksi kimia, tidak mudah kusut, tahan asam, mempunyai daya serap air yang lemah, dan tahan terhadap jamur.

Apabila membatik dengan menggunakan kain mori dan kain katun, malam harus dipanaskan maka tidak untuk kain polyster.

Membuat batik dengan kain polyester ini justru malam yang digunakan harus didinginkan atau biasa dikenal dengan nama bubur alginate.

Fungsi utamanya adalah untuk mengantarkan zat pewarna kain agar bisa dicap sesuai corak yang diinginkan.

Sekian informasi mengenai 9 jenis kain batik yang bisa kami sampaikan untuk Anda. Semoga bisa membantu dan bermanfaat khususnya untuk menambah wawasan. Terima kasih telah baca artikel ini dari awal hingga habis. Sampai jumpa di artikel informatif lainnya!

Leave a Reply