Jenis Tower Crane

Fungsi dan Jenis Tower Crane

Jenis Tower Crane – Bagi orang awan, crane dianggap sebagai sebuah keajaiban karena kita tidak pernah tahu kapan benda ini terpasang menjulang tinggi di tengah kota, hingga akhirnya beroperasi dengan mengangkut benda-benda besar untuk konstruksi bangunan.

Kita pun hanya bisa takjub dan kagum dengan cara kerja crane. Pada dasarnya, creane adalah alat berat yang sering digunakan dalam proyek konstruksi gedung tinggi seperti apartemen, hotel, atau pabrik. Kemampuannya yang bisa berputar 360-derajat dan jangkauan yang lebar membuatnya mudah dioperasikan.

Selain itu, crane juga modular alias bisa dibongkar pasang sehingga bisa digunakan dimana saja. Selain dalam bidang konstruksi, crane ini juga digunakan dalam pekerjaan pelabuhan. Perbengkelan, industri, pergudangan, dan lain-lain. Crane ini memiliki berbagai jenis, salah satunya yaitu tower crane.

Jenis Tower Crane, Kekurangan dan Kelebihan Masing-masing

Kelebihan tower crane
builder.id

Tower crane ini merupakan salah satu jenis dari crane yang digunakan untuk memudahkan proses konstruksi terutama pada gedung tinggi.

Tower crane ini memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan jenis crane lainnya. Keunikan tersebut terletak pada ciri khas dari tower crane sendiri.

Ciri khas dari tower crane ini terlihat pada tingginya bisa mencapai kurang lebih 100 meter di atas permukaan tanah.

Nah, karena ukuran tinggi yang dimiliki alat inilah yang membuatnya sering dipakai pada saat terdapat pembangunan apartemen, kantor perusahaan, kampus atau sekolah dan gedung tinggi lainnya.

Tower crane ini memiliki beberapa jenis. Jenis tower crane ini dibagi berdasarkan cara tower crane tersebut berdiri. Berikut ini beberapa jenis dari tower crane yang bisa Anda ketahui:

1. Free Standing Crane

Ini merupakan jenis tower crane yang membutuhkan pondasi khusus agar bisa bekerja dengan baik. Bahkan terkadang pondasi perlu ditambah dengan tiang pancang saat crane digunakan untuk mengangkut material pada ketinggian tertentu.

Tiang utama dari free standing crane ini diletakkan di atas dasar dengan diberi ballast sebagai penyeimbangnya. Sedangkan lengan dari alat ini dibedakan menjadi dua jenis, yakni saddle jib dan luffing jib.

Saddle jib ini merupakan lengan yang mendatar dengan sudut 90 derajat terhadap tiang tower. Saddle jib ini dapat berputar hingga 360 derajat.

Berbeda halnya dengan luffing jib. Luffing jin ini mempunyai suatu kelebihan jika dibandingkan dengan saddle jib. Kelebihan yang dimiliki luffing jib ini yaitu sudutnya dapat diatur lebih dari 90 derajat.

Nah, dengan kelebihan yang dimiliki luffing jib ini dapat membuatnya lebih bebas bergerak jika dibandingkan dengan alat yang menggunakan saddle jib.

Baca juga: Pengertian Overhead Crane

2. Rail Mounted Crane

Rail mounted crane ini merupakan jenis tower crane yang mana pada bagian bawah tower dipasangkan pada rel. Jadi, pada bagian dasar rail mounted tower crane ini terdapat roda yang bergerak pada rail dengan menggunakan mesin penggerak.

Sedangkan untuk bagian mastsection hingga top tidak ada perbedaan dengan free standing crane. Terdapat beberapa kelemahan rail mounted crane, seperti harga rek yang cukup mahal dan rel tersebut juga harus diletakkan pada permukaan yang datar agar tiang tidak menjadi miring.

Selain itu, pada saat menggunakan alat ini, Anda juga harus memperhatikan desain rek pada tikungan. Sebab, tikungan yang tajam akan mempersulit mesin atau motor penggerak untuk menggerakkan rail mounted crane.

Rail mounted crane ini memiliki ketinggian hingga 20 meter dengan berat beban yang dapat diangkat tidak melebih 4 ton. Pada saat menggunakan alat ini, jangan sekali-kali mengankat beban yang beratnya melebihi 4 ton.

Hal ini dikarenakan, rail mounted crane dikhawatirkan terjungkir. Meskipun rail mounted crane ini memiliki kapasitas angkut dan ketinggian yang terbatas, namun alat ini memilik jangkauan yang lebih besar yang disesuaikan dengan panjang rel yang tersedia.

Leave a Reply